Walau kehamilan adalah saat yang ditunggu pasangan suami istri, tetapi ternyata cukup banyak wanita yang merasa takut melahirkan.
Bukan cuma ibu yang belum pernah melahirkan saja yang mengalami rasa takut ini, ibu yang sudah berpengalaman juga masih dihantui rasa was-was menjelang waktunya persalinan.
Meski rasa takut melahirkan adalah sesuatu yang wajar, tetapi ada sebagian kecil wanita yang mengalami ketakutan berlebihan. Oleh para ahli gejala tersebut disebut dengan tokophonia. Kondisi ini dialami 1 dari 10 wanita.
Tokophobia berasal dari bahasa Yunani 'tocos' yang berarti kelahiran bayi. Berat ringannya phobia ini bermacam-macam: ada wanita yang menghindari kehamilan dan persalinan sehingga memutuskan untuk tak memiliki anak, ada juga yang memilih menunda berkeluarga.
Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang wanita mengalami tokophobia, antara lain karena sering mendengar cerita negatif dan trauma seputar persalinan.
"Cerita negatif itu menyebabkan epidemi ketakutan persalinan, bahkan sebelum mereka mengandung," kata Gabrielle Targett, penulis buku A Labour of Love.
Targett menyarankan agar calon ibu mencari informasi yang benar seputar persalinan, baik dari buku atau teman dan kerabat yang persalinannya baik-baik saja.
Bagi wanita yang merasa tak bisa mengatasi ketakutannya, operasi caesar memang bisa menjadi alternatif untuk persalinan. Mengikuti terapi hipnobirthing juga diketahui membantu mengurangi rasa takut dan memunculkan ketenangan.
"Wanita yang pernah melahirkan dan mengalami trauma disarankan untuk melakukan konseling dengan psikolog atau profesional sehingga rasa trauma bisa disembuhkan," kata Dr.Lisa Phillips-Leece, psikolog.
Jumat, 16 Agustus 2013
Kamis, 15 Agustus 2013
Kabel “Charger” iPhone dan Macbook yang Rusak
Untuk memiliki perangkat canggih keluaran Apple seperti iPhone, iPad dan atau Macbook tidak hanya memerlukan kocek besar untuk membelinya. Tapi juga harus mempersiapkan biaya yang tak kalah besarnya dalam perawatan dari setiap komponen yang menyertainya. Bagi sebagian orang, tampilan muka atau case menjadi hal penting untuk selalu terlindungi dari segala resiko yang dapat menyebabkannya rusak. Namun, bagi saya charger/adapter/magsafe atau pengisi daya dari tiap perangkat itu tak kalah penting agar tetap terjaga fungsinya.
Berdasarkan pengalaman pribadi, saya selalu bermasalah dengan kabel chargeriPhone dan Macbook yang saya miliki. Keduanya nyaris terputus akibat penggunaan yang sembarangan dan terlampau sering. Awalnya saya berpikir praktis, jika rusak beli saja yang baru! Tapi, setelah melihat harga pengisi daya kedua gadget tersebut—iPhone dan Macbook—saya mengurungkan niat untuk berpikir membeli yang baru kecuali memang benar-benar sudah hancur. Bayangkan saja, harga baru untuk sebuahcharger Macbook sekitar Rp 1.000.000 dan charger iPhone sekitar Rp 300.000 - Rp 400.000!
Sebenarnya bisa saja membeli yang KW, tapi sangat beresiko. Pemberitaan akhir-akhir ini cukup membuat ngeri untuk membeli charger palsu. Akhirnya saya mencari cara agar kabel charger iPhone dan Macbook tetap terjaga meski hampir putus karena komponen kabel-kabel kecil di dalamnya sudah terurai keluar. Saya mencoba dengan membalutnya dengan selotip atau lakban berwarna hitam. Namun, hanya bertahan beberapa minggu saja karena perekat pada selotip atau lakban jenis tersebut tidak cocok dengan bahan kabel charger kedua gadget itu.
Harga charger yang mahal membuat saya terus berusaha mencari cara lain untuk mengatasi masalah ini. Masih dengan alat yang sama yaitu selotip, kali ini saya mencoba membalutnya dengan selotip yang biasa digunakan untuk pipa paralon atau selotip PVC dan atau seal tape—sesuai info dari mas Daniel Setiawan di kolom komentar tulisan ini. Bahan selotip yang lunak seperti karet dan memiliki daya rekat yang cukup kuat di material luar kabel charger, ternyata membuatnya bertahan lama. Hampir setengah tahun sudah saya menggunakan selotip jenis ini untuk membalut kabel charger iPhone dan baru-baru ini saya juga membalut kabel charger Macbook yang bernasib serupa, yakni komponen kabel yang terurai keluar.
Berikut langkah membalut kabel charger kedua gadget besutan Apple tersebut:
Rabu, 14 Agustus 2013
Cara Pilig Gatget Untuk Si Kecil
Banyak orang tua yang saat ini sudah memperkenalkan gadget kepada sang buah hati sejak usia dini, ada orang tua yang memberikan gadget untuk bermain game, ada yang mengajarkan untuk menerima atau melakukan panggilan, dan sebagainya.
Namun namanya anak-anak, terkadang banyak diantara mereka yang tidak bisa merawat atau menggunakan gadget dengan baik. Hal tersebut yang kadang membuat orang tua menjadi bingung dalam memilih gadget yang tepat untuk sang buah hati.
Kali ini JalanTikus akan memberi tips memilih gadget untuk buah hati, khususnya bagi para orang tua yang ingin memberikan gadget kepada anaknya.
Harga dan fitur
Sesuaikan harga dan fitur dari gadget yang ingin kalian beli, dengan umur dan kebutuhan anak kalian. Memang dengan membeli gadget yang canggih dapat digunakan untuk jangka panjang, tetapi belum tentu anak kalian bisa menjaganya dengan baik untuk jangka waktu yang lama.
Pilih gadget yang mempunyai daya tahan tinggi
Sangat disarankan bagi para orang tua untuk memilih gadget yang mempunyai daya tahan tinggi untuk anak kalian, dengan begitu gadget yang dipakai anak kalian tidak akan mudah rusak. Saat ini di pasaran sudah banyak tersedia gadget tahan banting, air, dan debu.
Memilih gadget sesuai kebutuhan anak
Saat ini banyak tersedia perangkat yang dilengkapi dengan teknologi tinggi, namun tentu bisa kalian dapatkan dengan harga yang cukup mahal. Sangat sayang bila kalian memberikan sang buah hati gadget dengan teknologi tinggi, namun hanya dipakai untuk bermain game saja.
Namun namanya anak-anak, terkadang banyak diantara mereka yang tidak bisa merawat atau menggunakan gadget dengan baik. Hal tersebut yang kadang membuat orang tua menjadi bingung dalam memilih gadget yang tepat untuk sang buah hati.
Kali ini JalanTikus akan memberi tips memilih gadget untuk buah hati, khususnya bagi para orang tua yang ingin memberikan gadget kepada anaknya.
Harga dan fitur
Sesuaikan harga dan fitur dari gadget yang ingin kalian beli, dengan umur dan kebutuhan anak kalian. Memang dengan membeli gadget yang canggih dapat digunakan untuk jangka panjang, tetapi belum tentu anak kalian bisa menjaganya dengan baik untuk jangka waktu yang lama.
Pilih gadget yang mempunyai daya tahan tinggi
Sangat disarankan bagi para orang tua untuk memilih gadget yang mempunyai daya tahan tinggi untuk anak kalian, dengan begitu gadget yang dipakai anak kalian tidak akan mudah rusak. Saat ini di pasaran sudah banyak tersedia gadget tahan banting, air, dan debu.
Memilih gadget sesuai kebutuhan anak
Saat ini banyak tersedia perangkat yang dilengkapi dengan teknologi tinggi, namun tentu bisa kalian dapatkan dengan harga yang cukup mahal. Sangat sayang bila kalian memberikan sang buah hati gadget dengan teknologi tinggi, namun hanya dipakai untuk bermain game saja.
Senin, 12 Agustus 2013
Anak tesedak Saat makan
Tersedak merupakan kondisi yang berbahaya, terutama pada anak-anak. Kondisi ini bahkan termasuk salah satu penyebab kematian, khususnya pada anak yang berusia 3 tahun atau lebih muda. Tersedak menjadi bahaya karena benda atau makanan penyebab tersedak dapat menghalangi jalan napas.
Namun, terkadang tersedak tidak dapat dihindari karena sistem mekanik pada anak belum sempurna. Terlebih menurut American Academy of Pediatrics, anak masih menggunakan mulutnya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
Oleh karenanya bukan hal aneh jika benda-benda yang bukan makanan pun dimasukkannya ke dalam mulut. Makanan, mainan, dan uang koin adalah hal-hal yang paling sering menyebabkan anak tersedak.
Untuk menghindari akibat-akibat berbahaya dari tersedak, orangtua dan pengasuh harus mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menghadapi kasus ini.
Dokter anak di Mayo Clinic Child's Center, dr Grace Arteaga, mengatakan bahwa ketika anak tersedak atau menelan sesuatu yang berbahaya, orangtua atau pengasuh sering kali memberi minum atau makan untuk mendorong benda asing tersebut masuk ke dalam lambung. Padahal sebenarnya itu tidak dianjurkan.
"Selain itu, tindakan memaksa anak untuk muntah juga kurang tepat. Sebaliknya, anak perlu dibawa ke dokter atau unit gawat darurat," imbuhnya.
Jika anak terbatuk-batuk setelah menelan sesuatu, suruh dia untuk melanjutkan batuknya dan jangan menyuruhnya untuk berhenti. Namun apabila anak tidak bisa batuk lagi dan semakin sulit untuk bernapas, sebaiknya segera gunakan prosedur "five and five" sebagai pertolongan pertama dalam kasus tersedak:
1. Pertama, berikan lima tepukan antara tulang belikat anak dengan tumit telapak tangan Anda.
2. Selanjutnya, berikan lima tekanan pada perut (juga dikenal sebagai manuver Hemlich). Untuk bayi, lakukan penekanan pada dada karena menekan perut dapat menyebabkan cedera.
3. Lakukan bergantian antara tepukan pada punggung dan tekanan pada perut atau dada sampai tenggorokan tak lagi tersumbat. Pada saat yang sama, seseorang sebaiknya memanggil bantuan medis.
Pada bayi, orangtua bisa meletakkan bayi dengan posisi telungkup dan kepala lebih rendah. Kemudian tepuk lembut punggung bayi menggunakan tumit telapak tangan. Kombinasi antara gravitasi dan kekuatan dari tepukan tangan akan mengeluarkan obyek yang menghalangi saluran pernapasan bayi.
Selain itu sebaiknya orangtua tidak memasukkan jari ke rongga mulut anak karena dapat membuat benda tersebut semakin masuk ke dalam saluran pernapasan.
Namun, terkadang tersedak tidak dapat dihindari karena sistem mekanik pada anak belum sempurna. Terlebih menurut American Academy of Pediatrics, anak masih menggunakan mulutnya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
Oleh karenanya bukan hal aneh jika benda-benda yang bukan makanan pun dimasukkannya ke dalam mulut. Makanan, mainan, dan uang koin adalah hal-hal yang paling sering menyebabkan anak tersedak.
Untuk menghindari akibat-akibat berbahaya dari tersedak, orangtua dan pengasuh harus mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menghadapi kasus ini.
Dokter anak di Mayo Clinic Child's Center, dr Grace Arteaga, mengatakan bahwa ketika anak tersedak atau menelan sesuatu yang berbahaya, orangtua atau pengasuh sering kali memberi minum atau makan untuk mendorong benda asing tersebut masuk ke dalam lambung. Padahal sebenarnya itu tidak dianjurkan.
"Selain itu, tindakan memaksa anak untuk muntah juga kurang tepat. Sebaliknya, anak perlu dibawa ke dokter atau unit gawat darurat," imbuhnya.
Jika anak terbatuk-batuk setelah menelan sesuatu, suruh dia untuk melanjutkan batuknya dan jangan menyuruhnya untuk berhenti. Namun apabila anak tidak bisa batuk lagi dan semakin sulit untuk bernapas, sebaiknya segera gunakan prosedur "five and five" sebagai pertolongan pertama dalam kasus tersedak:
1. Pertama, berikan lima tepukan antara tulang belikat anak dengan tumit telapak tangan Anda.
2. Selanjutnya, berikan lima tekanan pada perut (juga dikenal sebagai manuver Hemlich). Untuk bayi, lakukan penekanan pada dada karena menekan perut dapat menyebabkan cedera.
3. Lakukan bergantian antara tepukan pada punggung dan tekanan pada perut atau dada sampai tenggorokan tak lagi tersumbat. Pada saat yang sama, seseorang sebaiknya memanggil bantuan medis.
Pada bayi, orangtua bisa meletakkan bayi dengan posisi telungkup dan kepala lebih rendah. Kemudian tepuk lembut punggung bayi menggunakan tumit telapak tangan. Kombinasi antara gravitasi dan kekuatan dari tepukan tangan akan mengeluarkan obyek yang menghalangi saluran pernapasan bayi.
Selain itu sebaiknya orangtua tidak memasukkan jari ke rongga mulut anak karena dapat membuat benda tersebut semakin masuk ke dalam saluran pernapasan.
Kamis, 08 Agustus 2013
Cegah Berat Badan Naik Saat Lebaran
Meskipun puasa mengharuskan kita untuk tidak makan dan minum selama sekitar 13 jam, namun usai Lebaran banyak orang menyadari berat badannya naik. Mengapa demikian?
Hal ini justru dipicu oleh pola makan saat berpuasa. Banyak orang yang menjadikan momen buka puasa untuk makan sebanyak-banyaknya. Kemudian, saat berpuasa orang cenderung memilih makanan yang lebih istimewa ketimbang biasanya. Survei sederhana yang dilakukan tim Jakarta Food Editor's Club terhadap 30 responden menunjukkan, gorengan dan minuman manis masih jadi menu favorit untuk berbuka puasa.
Ketika Lebaran tiba, hidangan yang melimpah juga didominasi makanan bersantan, berlemak, dan berkalori. Kue kering dan cake yang Anda nikmati, meski ukurannya kecil, tetapi menyumbang jumlah kalori yang sangat tinggi.
Agar berat badan tetap terjaga selama puasa dan Lebaran, kuncinya memang pada cara makan dan memilih makanan yang lebih sehat. Misalnya, karena kalori diperoleh dari karbohidrat, protein, dan lemak, batasi konsumsi makanan yang mengandung tiga komponen tersebut. Triknya bisa dengan makan dengan piring kecil, dan makan perlahan-lahan supaya kenyangnya lebih terasa.
Kemudian, jangan lupakan menu sayur dan tambahan buah-buahan ke dalam menu Lebaran. Memang agak sulit mengatur menu makanan ini, karena menu khas Lebaran umumnya opor ayam, rendang, dan sambal goreng kentang.
"Menu Lebaran jarang ada sayur, paling sayur labu siam. Kentang saja dibikin sayur (padahal mengandung karbohidrat)," papar Andriyani Wagianto, Nutrition & Health Manager PT Unilever Indonesia, saat bincang-bincang di Dapur Unilever Food Solutions, Menara Duta, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Namun jika Anda bertekad untuk memilih menu yang sehat, sayur dan buah-buahan wajib diupayakan. "Makan sayur ini untuk mengimbangi makanan berlemak yang kita konsumsi, dan selain itu supaya kita tidak sembelit," tambah Niknik, demikian sapaan perempuan ini.
Trik lain supaya tidak makan berlebihan adalah mengudap buah-buahan sebelum makan berat, sehingga perut sudah terasa kenyang sebelum makan berat. Tahan keinginan Anda untuk bolak-balik ke meja makan untuk menambah makan. Tunggu beberapa saat untuk mengetahui apakah Anda memang masih lapar atau tidak.
Hal ini justru dipicu oleh pola makan saat berpuasa. Banyak orang yang menjadikan momen buka puasa untuk makan sebanyak-banyaknya. Kemudian, saat berpuasa orang cenderung memilih makanan yang lebih istimewa ketimbang biasanya. Survei sederhana yang dilakukan tim Jakarta Food Editor's Club terhadap 30 responden menunjukkan, gorengan dan minuman manis masih jadi menu favorit untuk berbuka puasa.
Ketika Lebaran tiba, hidangan yang melimpah juga didominasi makanan bersantan, berlemak, dan berkalori. Kue kering dan cake yang Anda nikmati, meski ukurannya kecil, tetapi menyumbang jumlah kalori yang sangat tinggi.
Agar berat badan tetap terjaga selama puasa dan Lebaran, kuncinya memang pada cara makan dan memilih makanan yang lebih sehat. Misalnya, karena kalori diperoleh dari karbohidrat, protein, dan lemak, batasi konsumsi makanan yang mengandung tiga komponen tersebut. Triknya bisa dengan makan dengan piring kecil, dan makan perlahan-lahan supaya kenyangnya lebih terasa.
Kemudian, jangan lupakan menu sayur dan tambahan buah-buahan ke dalam menu Lebaran. Memang agak sulit mengatur menu makanan ini, karena menu khas Lebaran umumnya opor ayam, rendang, dan sambal goreng kentang.
"Menu Lebaran jarang ada sayur, paling sayur labu siam. Kentang saja dibikin sayur (padahal mengandung karbohidrat)," papar Andriyani Wagianto, Nutrition & Health Manager PT Unilever Indonesia, saat bincang-bincang di Dapur Unilever Food Solutions, Menara Duta, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Namun jika Anda bertekad untuk memilih menu yang sehat, sayur dan buah-buahan wajib diupayakan. "Makan sayur ini untuk mengimbangi makanan berlemak yang kita konsumsi, dan selain itu supaya kita tidak sembelit," tambah Niknik, demikian sapaan perempuan ini.
Trik lain supaya tidak makan berlebihan adalah mengudap buah-buahan sebelum makan berat, sehingga perut sudah terasa kenyang sebelum makan berat. Tahan keinginan Anda untuk bolak-balik ke meja makan untuk menambah makan. Tunggu beberapa saat untuk mengetahui apakah Anda memang masih lapar atau tidak.
Selasa, 06 Agustus 2013
Ponsel yang Terendam Air
Musim banjir menyerang Jakarta. Genangan air muncul di berbagai tempat.Di saat seperti inilah, entah ketika sedang sibuk memindahkan perabotan di rumah yang kemasukan air atau ketika berkendara di jalanan, ponsel yang dibawa sehari-hari rawan terpapar air atau bahkan terendam ke dalamnya.
Nah, apa yang bisa dilakukan apabila hal itu terjadi? Berikut ini langkah-langkahnya.
1. Segera ambil ponsel dari dalam air
Meski kelihatannya tertutup rapat, air dapat dengan mudah merembes ke dalam ponsel dalam waktu yang sangat singkat. Perbedaan waktu beberapa detik pun bisa menentukan hidup-mati gadgetAnda.
Karena itu, keluarkan ponsel dari air sesegera mungkin, lalu langung matikan untuk mencegah korsleting (hubungan pendek arus listrik). Jangan nyalakan dulu sebelum dikeringkan.
2. Jangan coba mengambil ponsel terendam air yang sedang di-charge dan terhubung ke colokan listrik
Alasannya, listrik mungkin masih menyala dan bisa mengalir ke air di sekitar ponsel. Niatnya menyelamatkan ponsel, alih-alih jiwa sendiri bisa terancam. Matikan aliran listrik rumah terlebih dahulu, kemudian minta bantuan profesional.
Apabila ponsel jatuh ke air saat tidak sedang terhubung ke colokan listrik, silakan membaca langkah selanjutnya.
3. Segera keringkan ponsel dengan handuk atau kain, kemudian lepas semua cover dan baterainya
Ini adalah salah satu langkah yang paling penting. Kebanyakan komponen elektronik di dalam ponsel bisa selamat meskipun terkena air, asalkan tidak ada aliran listrik dari baterai.
2. Jangan coba mengambil ponsel terendam air yang sedang di-charge dan terhubung ke colokan listrik
Alasannya, listrik mungkin masih menyala dan bisa mengalir ke air di sekitar ponsel. Niatnya menyelamatkan ponsel, alih-alih jiwa sendiri bisa terancam. Matikan aliran listrik rumah terlebih dahulu, kemudian minta bantuan profesional.
Apabila ponsel jatuh ke air saat tidak sedang terhubung ke colokan listrik, silakan membaca langkah selanjutnya.
3. Segera keringkan ponsel dengan handuk atau kain, kemudian lepas semua cover dan baterainya
Ini adalah salah satu langkah yang paling penting. Kebanyakan komponen elektronik di dalam ponsel bisa selamat meskipun terkena air, asalkan tidak ada aliran listrik dari baterai.
Minggu, 04 Agustus 2013
Kendalikan Hasrat Belanja
Tawaran diskon di hampir semua pusat perbelanjaan memang sulit untuk ditolak. Alasan kebutuhan untuk tampil menarik di hari raya menjadi pembenaran bagi kita untuk berbelanja habis-habisan, terlebih uang THR sudah siap di kantong.
Tetapi, berhati-hatilah jika Anda tidak bisa mengerem keinginan untuk berbelanja. Apalagi jika Anda cenderung membeli barang-barang yang tidak diperlukan hanya karena tidak tahan melihat barang-barang "lucu" di toko. Boleh jadi Anda termasuk dalam kelompok shopaholic alias si gila belanja.
Hasrat belanja yang sulit dikendalikan bisa menjerumuskan kita pada berbagai masalah, baik itu emosional atau finansial tentunya. Namun seperti halnya perokok, tidak mudah bagi si gila belanja untuk melepaskan kebiasaan buruk tersebut.
Apa yang sebenarnya menyebabkan orang menjadi shopaholic? Sebuah studi baru asal San Francisco State University mengindikasikan, beberapa kelakuan menyimpang mungkin memicu belanja berlebihan.
Peneliti studi yang juga profesor psikologi Ryan Howell mengatakan, banyak studi yang menunjukkanshopaholic berhubungan dengan nilai materialistis. Namun studi-studi tersebut belum menunjukkan alasan mengapa demikian. "Studi ini membantu menjelaskan, kenapa orang materialistis cenderung berbelanja dengan kompulsif," ujarnya.
Studi yang dipublikasi dalam Journal of Economic Psychology ini menyatakan, kecanduan belanja bukan berhubungan dengan jenis kelamin, kepribadian, usia, atau pendapatan, melainkan dengan pengelolaan kartu kredit yang buruk. Menurut para peneliti, shopaholic biasanya tidak membayar tagihan kartu kredit tepat waktu dan cenderung abai pada peraturannya.
"Karena kartu kredit memungkinkan orang untuk belanja tanpa memilihat uang secara fisik, maka pola pikir orang yang berbelanja dengan kartu kredit mungkin berbeda dengan orang yang tidak," jabar para peneliti.
Studi ini melibatkan 1.600 orang yang ditanyai tentang pengelolaan uang, kebiasaan berbelanja, dan apapun yang menunjukkan tingkat materialitis mereka. Mereka yang shopaholic mengaku lebih segar setelah berbelanja. Mereka percaya berbelanja membantu mereka lebih percaya diri dan menunjang penampilan, reputasi, dan hubungan mereka.
Dalam buku An Unquiet Mind, psikolog Kay Redfield Jamison mendeskripsikan apa yang ada dalam pikiran shopaholic: "Saat sedang "tinggi", aku tidak khawatir akan uang. Uang akan datang dari mana saja. Aku berhak mendapat uang, Tuhan akan memberinya."
Sementara itu, studi tahun 2005 asal Kroasia menunjukkan sekitar dua hingga delapan persen dari populasi dunia mengalami gangguan berbelanja kompulsif. Dan seringnya, gangguan ini dipengaruhi oleh mood, kecemasan, dan gangguan makan. Sehingga terapi dengan antidepresan terbukti bermanfaat bagi mereka.
Meski gangguan psikologi mungkin menjadi akar masalah kecanduan berbelanja, para peneliti menyarankan mereka untuk belajar mengelola kartu kredit mereka. "Anda dapat mengontrol perilaku berbelanja Anda dengan memberikan perhatian pada kartu kredit dan memeriksa apakah Anda berbelanja hanya demi alasan emosional belaka," pungkas para peneliti.
Tetapi, berhati-hatilah jika Anda tidak bisa mengerem keinginan untuk berbelanja. Apalagi jika Anda cenderung membeli barang-barang yang tidak diperlukan hanya karena tidak tahan melihat barang-barang "lucu" di toko. Boleh jadi Anda termasuk dalam kelompok shopaholic alias si gila belanja.
Hasrat belanja yang sulit dikendalikan bisa menjerumuskan kita pada berbagai masalah, baik itu emosional atau finansial tentunya. Namun seperti halnya perokok, tidak mudah bagi si gila belanja untuk melepaskan kebiasaan buruk tersebut.
Apa yang sebenarnya menyebabkan orang menjadi shopaholic? Sebuah studi baru asal San Francisco State University mengindikasikan, beberapa kelakuan menyimpang mungkin memicu belanja berlebihan.
Peneliti studi yang juga profesor psikologi Ryan Howell mengatakan, banyak studi yang menunjukkanshopaholic berhubungan dengan nilai materialistis. Namun studi-studi tersebut belum menunjukkan alasan mengapa demikian. "Studi ini membantu menjelaskan, kenapa orang materialistis cenderung berbelanja dengan kompulsif," ujarnya.
Studi yang dipublikasi dalam Journal of Economic Psychology ini menyatakan, kecanduan belanja bukan berhubungan dengan jenis kelamin, kepribadian, usia, atau pendapatan, melainkan dengan pengelolaan kartu kredit yang buruk. Menurut para peneliti, shopaholic biasanya tidak membayar tagihan kartu kredit tepat waktu dan cenderung abai pada peraturannya.
"Karena kartu kredit memungkinkan orang untuk belanja tanpa memilihat uang secara fisik, maka pola pikir orang yang berbelanja dengan kartu kredit mungkin berbeda dengan orang yang tidak," jabar para peneliti.
Studi ini melibatkan 1.600 orang yang ditanyai tentang pengelolaan uang, kebiasaan berbelanja, dan apapun yang menunjukkan tingkat materialitis mereka. Mereka yang shopaholic mengaku lebih segar setelah berbelanja. Mereka percaya berbelanja membantu mereka lebih percaya diri dan menunjang penampilan, reputasi, dan hubungan mereka.
Dalam buku An Unquiet Mind, psikolog Kay Redfield Jamison mendeskripsikan apa yang ada dalam pikiran shopaholic: "Saat sedang "tinggi", aku tidak khawatir akan uang. Uang akan datang dari mana saja. Aku berhak mendapat uang, Tuhan akan memberinya."
Sementara itu, studi tahun 2005 asal Kroasia menunjukkan sekitar dua hingga delapan persen dari populasi dunia mengalami gangguan berbelanja kompulsif. Dan seringnya, gangguan ini dipengaruhi oleh mood, kecemasan, dan gangguan makan. Sehingga terapi dengan antidepresan terbukti bermanfaat bagi mereka.
Meski gangguan psikologi mungkin menjadi akar masalah kecanduan berbelanja, para peneliti menyarankan mereka untuk belajar mengelola kartu kredit mereka. "Anda dapat mengontrol perilaku berbelanja Anda dengan memberikan perhatian pada kartu kredit dan memeriksa apakah Anda berbelanja hanya demi alasan emosional belaka," pungkas para peneliti.
Langganan:
Postingan (Atom)






